Berdua Kita Pernah Merasakan Yang Namanya Berjuang Bersama, Sampai Akhirnya Kita Harus Saling Mengikhlaskan

Berdua Kita Pernah Merasakan Yang Namanya Berjuang Bersama, Sampai Akhirnya Kita Harus Saling Mengikhlaskan
Berdua Kita Pernah Merasakan Yang Namanya Berjuang Bersama, Sampai Akhirnya Kita Harus Saling Mengikhlaskan

Diserbu.com – Alam dan semesta belum merestui apa yang sudah pernah kita rencanakan. Salah satunya renca tentang jodoh. Kita pernah berjuang bersama sama, pernah merencanakan segala sesuatunya untuk melangkah kedepan, pernah pula kita membicarakan yang namanya pernikahan. Bagiku hal itu wajar adanya, ketika dua sejoli yang bisa di bilang sudah matang untuk melakukan pernikahan, meju ke kehidupan atau fase selanjutnya. Kita berdua pernah berjuang bersama-sama dan saling mempertahankan apa yang sudah kita berdua yakini. Tapi ketika semesta tak merestui, kita bisa apa?? Sakit?? Pasti. Semua rencana yang sudah ada, hancur seketika itu juga. Tapi, percayalah rencana ia lebih baik dari pada rencana yang pernah kita buat.

Kalau kita mengingat masa-masa dahulu, kita pernah saling menguatkan ketika salah satu di antara kita ada yang lagi terjatuh, kita pernah berjanji untuk saling setia. Dan anehnya kita juga pernah beejuang bersama-sama untuk satu tujuan. Namun dengan berat hati kita harus mengikhlaskan semua yang pernah terjadi dan biarkan semua itu menjadi cerita masa lalu. Dan kini aq mengerti dan aku pun tau bahwa aku dan kamu sudah tidak menjadi kita.

Muat Lebih

Aku tau bahwa semua ini sulit untuk kita terima. Terutama karena kita sudah merencanakan segala sesuatunya ketika kita sudah bersama. Tapi nyatanya yang ada semua itu tinggal cerita saja, bahkan kita tidak akan pernah ada kesempatan untuk memujudkan semua itu. Hidup benar-benar terasa sangat keras dan berpihak kepada mereka yang mempunyai segalanya, bagiku seperti itu adanya. Semesta, kenapa engkau seperti memihak mereka yang punya?? Dulu pernah berfikir seperti itu. Tapi itu dulu, sekarang bisa di bilang aku ikhlas dan kamu pun juga harus seperti itu. Karena aku yakin rencanya semesta lebih indah dari apa yang dulu pernah kita rencanain berdua.

Restu Darimu Sangat Penting Bagiku, Karena Dia Adalah Anak Gadismu

Sekarang aku sedikit paham ketika orang tua mu dulu sulit untuk memberikan restu kepada hubungan yang pernah kita jalani. Janji yang dulu pernah terucap dari mulut kita berdua untuk berjuang bersama-sama bagiku itu cuma fatamorgana semata, sebab ketika orang tuamu tidak memberikan izin kamu pun mengiyakannya.

Sudahlah, aku sudah ikhlas akan semua kejadian itu. Walaupun terkadang sakit rasanya ketika aku mengingat itu semuanya yang notabennya orang tuamu tidak memberikan restu karena aku anak orang tidak punya. Aku tidak pernah mempersalahkannya, karena memang kenyataannya benar begitu adanya. Semoga kamu sekarang bahagia dengan apa yang sudah di gariskan.

Meskipun Aku Dan Kamu Tidak Menjadi Kita Untuk Selamanya, Semoga Itu Yang Terbaik

Setelah beberapa bulan berlalu, katakanlah seperti itu. Kita hanya bisa mengikhlaskan apa yang memang sudah di takdirkan-NYA. Semoga kelak kita mendapatkan bayaran atas rasa kecewa ini, aku dan kamu semoga di pertemukan dengan seseorang yang lebih baik lagi.

Yang ada di difikiranku saat ini, mungkin aku bukan yang terbaik untukmu begitu pula sebaliknya. Aku selalu berdoa agar kelak kamu di pertemukan dengan seseorang yang bisa menggantikanku untuk membahagiakanmu. Dan menggantikanmu untukku. Dan ketika nanti kita di pertemukan oleh seseorang itu, semoga dia adalah jawaban dari rasa sakit dan rasa kecewa ini. Semoga kita berdua kuat menjalani semua ini. Dariku, yang selalu berdoa untuk kebahagianmu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *